Cobaan, apa itu?

Cobaan atau sering dikatakan ujian itu kadang dengan kebaikan dan juga kadang dengan keburukan. Dan hal itu merupakan sunnatullah yang diujikan kepada hambanya yang beriman dan yang menjalankan dakwah Islamiyah. Dan kadang-kadang cobaan itu sangat menyesakkan dada karena saking beratnya cobaan itu, akan tetapi Alla mengangkat derajat para Nabi salah satunya dengan cobaan itu dan dengan itu pulalah dosa-dosa orang shalihin di ampuni. Sedang orang mukmin biasa, berharap agar tidak mendapat cobaan dan ujian, akan tetapi hanya mengharap Afiyah dan rahmat-Nya saja.
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang Sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS.Al-Baqarah:155-157)
“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”(QS.Al-Ankabut:2-3)
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
“tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim itu kecuali Allah mengampuni dosanya dengan sebab musibah itu walaupun itu hanya terkena duri” (HR.Mutafaq Alaih)