PEDIDIKAN ISLAM PADA MASA MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

PEDIDIKAN ISLAM PADA MASA MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah “Sejarah Pendidikan Islam” semester IV-A Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
Dosen Pengampu:
FITRI WAHYUNI M.S.I

Oleh:
Imam Rifa’i
Na’imatul Hasanah
Nanik Sriyanti

FAKULTAS TARBIYAH PRODI PBA
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI (INSURI) PONOROGO
2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an diturunkan pertama kali adalah surat al-‘alaq yang mengandung perintah untuk membaca atau dalam arti luas adalah mencari ilmu atau belajar. Manusia tanpa ilmu ibarat langit tanpa bintang, kosong tiada berguna. Oleh karena itu Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu yang karena ilmunya itu ia beriman kepada Allah SWT.
Oleh karena itu Islam datang dengan membaga ilmu yang dibutuhkan baik didunia maupun diakhirat. Dengan konsepnya yang begitu menakjubkan sehingga tidak ada lagi orang yang menyangkal bahkan menjadi sumber rujukan penemua-penemua yang mutakhir seperti saat ini.
Indonesia sebagai negara yang pemeluk Islamnya terbanyak sudah barang tentu mempunyai sejarah tentang keislaman tersebut. Bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan perkembangannya terutama dibidang perkembangan ilmu setelah Islam masuk ke Indonesia.
Sebagai umat Islam kita hendaknya mengetahui hal tersebut, oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan membahas tentang perkembangan pendidikan seputar masuknya islam ke Indonesia. Dengan harapan menjadi tambahan wawasan bagi para pembaca dan pelatihan bagi penulis khususnya. Dengan meminta pertolongan dari Allah SWT marilah kita bahas masalah ini.

B. Rumusan Masalah
Untuk membatasi meluasnya pembahasan pada makalah ini maka penulis merumuskan permasalahan pada tiga pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan Islam itu?
2. Bagaimana sejarah masuknya Islam ke Indonesia?
3. Bagaimana perkembangan pendidikan Islam pada masa masuknya Islam ke Indonesia?

C. Tujuan Pembahasan
Adapun pembahasan masalah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan kita dan khususnya sebagai berikut:
1. Supaya mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud pendidikan Islam itu.
2. Supaya mahasiswa mengetahui hakikat dari pendidikan Islam itu sendiri.
3. Supaya mahasiswa mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan Islam pada saat Islam masuk ke Negara Indonesia dan bagaimana realisasinya.

BAB II
PENGERTIAN PENDIDIKAN ISLAM DAN SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA
A. Pengertian Pendidikan Islam
Secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara.(Zakiyah Drajat, 1996: 25)
Menurut pendapat ahli, Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. (Hasbullah,2001: 4)
Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. (Ngalim Purwanto, 1995:11). HM. Arifin menyatakan, pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makan” kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia.(HM.Arifin, 2003: 22)
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab 1 pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU Sisdiknas No. 20, 2003)
Jadi, pendidikan merupakan suatu proses belajar mengajar yang membiasakan warga masyarakat sedini mungkin menggali, memahami, dan mengamalkan semua nilai yang disepakati sebagai nilai terpuji dan dikehendaki, serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan Islam menurut Zakiah Drajat merupakan pendidikan yang lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis. (Zakiah Drajat,1996: 25)
Dengan demikian, pendidikan Islam berarti proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (Insan Kamil).

B. Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia
Islam masuk ke Indonesia akibat adanya perdagangan dipelayaran internasional. Pada saat itu , jalur perdagangan internasional Timur Tengah-India- Malaka –Cina merupakan satu-satunya jalur perdagangan Asia yang sangat ramai. Bersamaan dengan kesibukan perdagangan antar bangsa yang melewati Indonesia itulah Islam mulai masuk ke Indonesia.
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat tiga teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia. Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.(alasror. 2008)
1) Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islammasuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
b. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islamyaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islamdan banyak pedagang Islamdari India yang menyebarkan ajaran Islam.
2) Teori Mekkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islammasuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
a) Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam(Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b) Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
c) Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik. Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.
3) Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islammasuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tandatanda bunyi Harakat.
d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islamadalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).

BAB III
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA MASUKNYA ISLAM KE IDNONESIA
Penyebaran pengaruh Islam yang berasal dari Jazirah Arab ke Asia dan benua lainnya, menimbulkan munculnya pusat-pusat agama Islam dikawasan tersebut yang berguna sebagai pusat pemerintahan dan peradaban, juga berperan dalam penyebaran pengaruh Islam ke wilayah sekitarnya.
A. Peran Pedagang dalam penyebaran pendidikan Islam
Para pedagang yang menjalin hubungan dengan pedagang Indonesia tidak hanya pedagang Cina tetapi juga pedagang India, Persia, Arab, Mesir dan Turki. Adanya interaksi sosial antara pedagang muslim dengan masyarakat setempat inilah yang akhirnya memberi pengaruh masuknya nilai-nilai dan ajaran Islam sehingga semakin banyak yang memeluk agama Islam.
Adapun sistematis yang dilakukan para pedagang dalam penyampaian dakwahnya adalah sebagai berikut:
1) Mula-mula para pedagang berdatangan ke pusat perdagangan
2) Kamudian mulai ada yang bertempat tinggal, baik sementara maupun menetap.
3) Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan muslim dari negeri asing yang disebut pekojan.
4) Status sosial yang tinggi, memudahkan mereka mengawini pribumi baik rakyat biasa maupun anak bangsawan.
5) Sebelum pernikahan, calon istrinya di-Islam-kan dahulu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
6) Lambat laun berkembang menjadi perkampungan, masyarakat dan kerajaan Islam.
Sehingga dengan demikian, para pedagang mempunyai andil besar dalam penyebaran Islam melalui pendidikan sosial kemasyarakatan, seperti cara berdagang islam, cara bermasyarakat, upacara pernikahan sampai pada cara bersosialisasi sehari-hari yang telah mereka praktekkan dalam kehidupan kesehariannya.
B. Peran Ulama’ dalam penyebaran pendidikan Islam di Indonesia
Agama Islam yang diperkenalkan kepada bangsa Indonesia mempunyai bentuk yang menunjukkan persamaan dengan alam pikiran yang telah dimiliki oleh orang-orang yang dulunya menganut agama Hindu Syiwa dan Budha Mahayana. Hal ini menyebabkan ajaran Islam yang diperkenalkan semakin mudah dimengerti dan dipahami.
Salah satu cara agar pemahaman tentang Islam mudah diterima oleh masyarakat adalah melalui gambaran-gambaran. Tidak langsung pada inti pembahasan yang mungkin sulit diterima, antara lain melalui gending-gending jawa, gending-gending dolanan, wayang kulit dan hikayat.
Para Ulama’ yang pada waktu itu terkenal dengan sebutan Wali Songo telah mempunyai andil besar dalam hal ini, diantaranya:
1) Sunan Maulana Malik Ibrahim yang berasal dari Turki selain menguasai ilmu-ilmu agama juga ahli dalam bidang tata negara sehingga ia mampu mensinergikan antara adat istiadat penduduk asli dengan syari’at Islam.
2) Sunan Ampel yang berasal dari Aceh juga memprakarsai berdirinya pesantren Ampel Denta dan Kerajaan Islam Demak.
3) Sunan Drajat yang merupakan putra Sunan Ampel sebagai pencipta gending pangkur.
4) Sunan Bonang yang juga putra Sunan Ampel sebagai pencipta gending durma.
5) Sunan Giri sebagai pendiri pesantren di Giri yang juga menciptakan gending asmaradana dan gending pucung selain itu beliau juga menciptakan permainan anak-anak yang berjiwa Islam, seperti ilir-ilir, jamuran dan cublak-cublak suweng.
6) Sunan Kalijaga yang lahir dituban Jawa Timur menyebarkan Islam melalui cerita wayang.
7) Sunan Kudus, beliau berasal dari Palestina adalah seorang yang pandai mengarang dan pencipta gending mas kumambang dan gending mijil.
8) Sunan Muria adalah putra sunan Kalijaga adalah pencipta gending sinom dan kinanti.
9) Sunan Gunung Jati yang berasal dari Palestina dan sebagai panglima perang kerajaan Demak, beliau aktif berdakwah melalui sosial politik.
C. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam
Selain itu, pondok pesantren yang dianggap sebagai sistem pendidikan paling tua di Indonesia merupakan lembaga pendidikan Islam yang penting dalam penyebaran agama Islam pada waktu itu. Pesantren inilah yang akhirnya menampung anak-anak bangsa yang tidak diperbolehkan oleh penjajah untuk menuntut ilmu di lembaga pendidikan pemerintah.
Para santri yang telah keluar dari pesantren ini, kemudian akan menjadi tokoh agama, menjadi kyai dan mendirikan pesantren lagi. Sehingga dengan adanya pesantren ini, penyebaran pendidikan Islam tidak akan terputus. Demikian seterusnya sehingga semakin lama Islam semakin berkembang.
D. Peran kerajaan Islam dalam penyebaran pendidikan Islam di Indonesia
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin Mahdum. Pada tahun 1345, Ibnu Batutah dari Maroko sempat singgah di Kerajaan Pasai pada zaman pemerintahan Malik Az-Zahir, raja yang terkenal alim dalam ilmu agama dan bermazhab Syafi’i, mengadakan pengajian sampai waktu sholat Ashar dan fasih berbahasa Arab serta mempraktekkan pola hidup yang sederhana. (Zuhairini,et.al, 2000: 135)
Keterangan Ibnu Batutah tersebut dapat ditarik kesimpulan pendidikan yang berlaku di zaman kerajaan Pasai sebagai berikut:
1) Materi pendidikan dan pengajaran agama bidang syari’at adalah Fiqh mazhab Syafi’i
2) Sistem pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqoh
3) Tokoh pemerintahan merangkap tokoh agama
4) Biaya pendidikan bersumber dari negara.(Zuhairini, et.al., 2000: 136)
Selain itu juga banyak kerajaan –kerajaan Islam lainnya yang sangat memperhatikan pendidikan di wilayahnya, diantaranya adalah kerajaan Perlak yang memiliki pusat pendidikan Islam Dayah Cot Kala. Dayah disamakan dengan Perguruan Tinggi, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu bahasa dan sastra Arab, sejarah dan tata negara, mantiq, ilmu falaq dan filsafat.
Kerajaan Aceh darussalam yang juga melaksanakan pendidikan Islam yang diawali pendidikan terendah Meunasah (Madrasah). Yang berarti tempat belajar atau sekolah, terdapat di setiap gampong dan mempunyai multi fungsi antara lain:
– Sebagai tempat belajar Al-Qur’an
– Sebagai Sekolah Dasar, dengan materi yang diajarkan yaitu menulis dan membaca huruf Arab, Ilmu agama, bahasa Melayu, akhlak dan sejarah Islam.
Dan tidak hanya itu, hampir disemua daerah mempunyai lembaga pendidikan sendiri baik milik negara/ kerajaan ataupun pondok pesantren yang dimiliki perseorangan.

BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
pendidikan Islam adalah pendidikan yang berorientasi pada perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (Insan Kamil).
Adapun masuknya Islam ke Indonesia mempunyai tiga teori yaitu teori gujarat, teori mekkah danteori persia yang semuanya akan menjelaskan dengan detail bagaimana sesungguhnya proses masuknya Islam ke Indonesia.
Dan perkembangan pendidikan Islam di indonesia pada saat itu tidak lepas dari peran para pedagang, para ulama yang terkenal dengan wali sanga, peran pesantren sebagai lembaga Islam dan peran kerajaan-kerajaan islam sebagai pemerintah yang menerapkan nilai-nilai ke-Islam-an.

B. Saran
Segala syukur kita haturkan kepada Dzat yang maha Agung yang telah memberikan kepada penulis sebuah inspirasi yang insya Allah bermanfaat sebagai bentuk kasih sayang Dzat maha Dahsyat kepada hambanya. Serta shalawat salam kepada Rasul-Nya yang dimuliakan sebagai pintu gerbang terbukanya segala ilmu dari Dzat pembuat ilmu.
Selanjutnya sebagai manusia yang pasti mempunyai salah dan lupa, penulis mengharapkan saran dan kritik dari saudara pembaca yang budiman guna kesempurnaan makalah ini dan makalah yang mendatang dan untuk penyemangat bagi penulis khususnya dan teman-teman pembaca yang budiman umumnya.
Demikian makalah ini penulis buat dengan inayah Allah dan akhir kata penulis ucapkan “selamat meraih kesuksesan dunia akhirat”.

DAFTAR PUSTAKA
___________.2007. sejarah pendidikan islam. Kominitas dudung.net//rumah surgaku//pendidikan
Alasror. 2008. Proses masuknya Islam ke Indonesia. Alasrar.wordpress.com
Arifin, HM.2003. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Drajat, Zakiah. 1996. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara
Hasbullah. 2001. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, cet. 4
Maskuni, Nurun. 2007. Pesantren dalam wajah islam Indonesia. Wikipedia.net//islam di indonesia//ensiklopedia bebas
Nurdin, Muhammad dkk. 2008. mari belajar ilmu pengetahuan sosial. Surabaya : PT Temprina Media Grafika
Purwanto, M. Ngalim. 1992. Ilmu Pendidikan Teoritis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Zauharini, et.al. 2000. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Bumi Aksara, set 6

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s